Rabu, 08 Juni 2011

Ambigu (tebet drift)


Yeah Ambigu kembali, tetapi dengan imej berbeda. Ambigu part 1 adalah band jalanan yang bernyanyi di taman ria. Sedangkan Ambigu part 2 ini adalah jeng jeng......

Setelah menuai kesuksesan atas The Monces yang sudah berkarier di dunia musik Indonesia selama 5 tahun, akhirnya The Monces bubar :( Qosse lebih memilih bersolo karier dan memulai album duetnya dengan Sandhy Sondoro di luar negeri. Firzi melanjutkan pendidikan S-3 nya di Jerman dan dia sangat ingin menjadi profesor. Hary memilih untuk memulai kehidupan baru bersama kekasihnya, ya mereka menikah di usia muda. Selamat menempuh hidup baru Kak Harry! :) Sedangkan Idho dan Aldy yang terkenal brutal ((•̯͡.•̯͡)) mulai mempengaruhi anak bos mereka, Ridho, yang awalnya anak baik-baik dan taat pada orangtua menjadi anggota geng mereka. AMBIGU.

Atas kesuksesan The Monces maka akhirnya Idho dan Aldy membeli mobil baru dan langsung memodifikasinya. Velg mobil Idho yang berwarna gold dan bunyi khas dari mobilnya yang sungguh ngeselin membuat orang-orang berteriak, "Berisssiiiiikk! Belagu banget tuh orang!!". Sementara itu Idho hanya nyengir kuda.

Sedangkan Aldy membeli New Honda Jazz berwarna putih agar mencerminkan warna kulitnya, putih merona. Dan Ridho dengan curutnya, silahkan tebak sendiri.

Awalnya Ridho tidak mau diajak bergabung dengan club Idho dan Aldy karena khawatir ayahnya mengetahui hal tersebut. Namun berkat bantuan adiknya yang cerdas, Septha, akhirnya ia bergabung bersama Ambigu. Sekarang Ambigu sudah memiliki arti. Mau tahu apa kepanjangan AMBIGU versi penulis? Aldy=Mirina, Blondy=Idho, sekarang ridho Gaul loh berkat cUrut. Maksa banget memang. Aneh, seaneh curut. Namun jangan salah dengan si curut. Curut aslinya memang bau, tapi curutnya Ridho wangi banget looooh ;D

Kasihan nasib Pramono. Kedua anaknya berubah menjadi anak-anak gahul sekarang ckckck. Ridho bergabung dengan club drifting yang biasa nongkrong di PIM setiap sabtu tengah malam dan Septha kini sibuk dengan kelompok tarinya yang tahun depan akan berangkat ke Inggris untuk ikut serta dalam 'Got To Dance UK'. Drifting dan Dancing.

Karena The Monces bubar, akhirnya Pramono mengubah kantornya yang semula adalah management artis-artis kini menjadi sebuah pusat bimbingan belajar. Namanya tetap, BTA, singkatan dari Bimbingan Tauhid dan Akhlak. Ia berkomitmen untuk menjadikan anak-anak muda jaman sekarang tidak terlena dengan kehidupan dunia. Ia ingin menjadikan para remaja yang berakhlak mulia. Ayo semangat Pramono yuhuuuu!!

Ok kembali kepada Ambigu.
25 Desember 2010, 23:50
Ridho, Idho, dan Aldy sampai di tempat Idho dan Aldy biasa ngegaul. Perempatan PIM. Lokasi sudah ramai anak-anak muda dengan mobil kebanggaan mereka. Mereka siap adu drifting.

Ridho dengan hati bergetar dan keringat mengucur, memegang erat setir mobilnya. Dia anak baru di club itu maka dia harus menjalani masa orientasi anggota baru. Sebelum memulai senantiasa Ridho mengangkat kedua tangannya seraya berdoa agar tidak terjadi kecelakaan saat ia melakukan aksinya itu.

***

Senyuman Ridho, Idho, dan Aldy mengembang. Ridho berhasil melakukan aksinya dengan baik dan bahkan dipuji anak-anak lain, "Boleh juga tuh anak. Siapa namanya? Siapa?"

Hahahaha aksi Ridho tadi berhasil mengambil perhatian anak-anak lain. Ia pun berhasil menjadi pusat perhatian dan sorotan. Sorotan siapa? Ada seseorang yang tengah mengintip dari balik semak-semak yang sedaritadi memperhatikan kegiatan yang ada disana. Sorotan matanya tajam.

Dengan mata berkaca-kaca lalu ia berkata, "Terimakasih Tuhan. Kini anakku Ridho sudah menemukan jati dirinya dan mempunyai banyak teman." -___- Sosok dibalik semak itu ternyata adalah Pramono.

***

"Don't say no no no no no....
Just say yeah yeah yeah yeah yeah....
And we'll go go go go go
If you're ready, like I'm ready
.......
I think I wanna marry you"

Suara lembut Bruno Mars membahana dari dalam mobil Idho. Sedang kasmaran sepertinya dia. Bila dilihat usianya, ia sudah cukup umur untuk menikah.

Idho kini menjalani hidupnya di Jakarta seorang diri tanpa kedua sahabatnya, Ridho dan Aldy. Ridho sudah menjadi seorang pengacara yang kini tengah menyelesaikan kasus yang dialami Qosse di luar negeri. Kasus Qosse adalah mengenai bayaran yang ia peroleh selama ia berkarier. Ia merasa diperlakukan tidak adil oleh management-nya. Karena 70% dari hasilnya masuk ke perusahaan, sementara ia hanya mendapat 30%. Kasihan banget Kak Qosse. Sedangkan Aldy pindah ke Cilegon dan bekerja di Krakatau Steel. Ia juga berencana melanjutkan pendidikannya di Jerman. Hmm semoga tercapai.

Nah sekarang tinggal si Idho niiiiiihh yang sedang kasmaran. Idho tengah jatuh hati pada siapa sih? Silahkan pembaca menerka sendiri. Idho sedang jatuh cinta dengan orang yang sama di kehidupan nyata miliknya. Penulis juga tidak tahu siapa.

Lalu kemana Ambigu? Ambigu tidak bubar, hanya saja Ridho, Idho, dan Aldy ingin konsentrasi pada kehidupannya yang lebih baik, tidak hanya bermain-main terus karena mereka pun juga semakin tua. Ambigu tetap hidup dalam hati mereka bertiga.

Sedikit cerita mengenai salah satu personil The Monces, Firzi. Ia berhasil memperoleh gelar profesor. Ia melakukan penelitian ke planet mars selama 40 hari, lalu kembali ke bumi untuk wisuda. Setelah itu, ia memutuskan untuk tinggal di planet mars. "Saya sudah betah disana. Hahahahaha", katanya. Ternyata, sewaktu ia melakukan penelitian disana ia bertemu seorang wanita cantik yang telah meluluhkan hatinya. Semenjak itu Firzi dengan kemampuan fisikanya membangun kota di Mars. Selamat berjuang Firzi!


--The End---

Tidak ada komentar:

Posting Komentar