Jumat, 20 Mei 2011

Jenuh. Suntuk. Bosan. Merengut.

Aaaaaaaaa >_< gue lagi tergila-gila banget sama lagu ini. Entah kenapa. Asik aja. This song brings me to the dance floor hahaha ah jadi kangen kan gue ga nge-dance lagi.
Aaaaa someone please take me to the club!
Sebenernya sepupu gue ngajakin, tapi ya gimana gue ngadepin bokap. Dulu bokap kan anak dugem, dan beliau pernah ngomong gini ke gue, 

"ta, kamu jangan sekali-kali pengen tau suatu hal yang baru tapi yang membawa kamu ke arah negatif. Seperti ke club gitu sama temen2 gitu, janganlah. Ayah tuh tau persis ta kehidupan malam gitu hahaha. Jangan deh. Kalo sampe ayah tau kamu begitu, beuh jangan deh." dan ngomongnya sambil ketawa-tawa. Apa coba -_-

Dan waktu gue tanya ke sepupu gue yg udah dewasa itu (beda 14 tahun sama gue) gimana cara izinnya, karna kan pulang pagi, dia malah nyuruh gue bilang gini,
"bilang aje sama ayah sama mama pergi sama mba lita trus nginep dirumah temen mba lita. Ah tapi elu masih kecil ta, jangan deh. Ntar aje kalo eta udah punya ktp yee" --> itu ngomongnya 3 tahun yang lalu.

Dan gue cerita ke temen gue juga yg emg pengen hal yg sama tapi susah dapet izin orangtua. Begitu tau gue diajakin sama sepupu gue, eh dia ngikutan -_- "ah lo mau kesana ta? Ikutan dooooong haha"

Dan pas gue tanya, "bilang ke orangtua ijin kemana ya, nis?"

Temen gue jawab, "bilang aja mau nginep rumah temen."

Yah ga segampang itu kaleeee jeng. Nginep rumah temen bisa panjang urusannya. Kalo ditanyain nomor telfon rumahnya berapa, rumahnya di daerah mana, nama orangtuanya siapa, nomor telfon orangtuanya berapa, ya sama aja -_-

Trus gimana dong? Ah iya! Mau alasan apapun, kalo orangtua gue tau gue perginya sama sepupu gue itu mereka pasti curiga duluan. Mereka sangat ga suka dengan kelakuan sepupu gue itu. Apalgi kalo gue perginya sama dia.

Tapi yaaa.... yaaaa.... ya gimana yaaa hahaha susah punya orangtua nyolot kyk bokap gue. Bokap dulunya anak malem, tuh! malah harusnya bokap yang ngedukung gue dong bahahaha

Hhhhh sekarang sepupu gue ini udah kabur ke Bali. Dia kerja disana eh ga mau pulang. Sialan kan. Pernah pulang ke Jakarta, mampir doang bawa bule kerumah buat dikenalin. Tapi gue sempet ketemu mereka karna gue sekolah. Pas gue pulang dan sms dia ada dimana, bunyi sms balasannya gini,

"gue udah di bandara. nganterin si bule pulang ke negara asalnya. trus gue balik ke bali."

-_____- dan itu adalah kejadian setahun yang lalu. dan sampe sekarang pun gue belom ketemu dia. Dan awas aja kalo sampe dia nikah pula di bali. Padahal dia janji kalo dia nikah nanti, gue yg jadi pendamping pengantin wanitanya dan yang naburin bunga. Semoga itu terwujud -_-

Oke. Ini adalah lirik lagu yang sedang gue gila-gilain.

JLo - On The Floor (Feat. Pitbull)

[Pitbull]
J-LO!

[Jennifer Lopez]
It’s a new generation
of party people

[Pitbull]
Get on the floor (dale)
Get on the floor (dale)
RedOne

[Jennifer Lopez]
Let me introduce you to my party people
In the club… huh!

[Pitbull]
I’m loose(loose)
And everybody knows I get off the train
Baby it’s the truth
I’m like Inception
I play with your brain
So don’t sleep or snooze
I don’t play no games so don’t-don’t-don’t get it confused no
Cause you will lose yeah
Now pu-pu-pu-pu-pump it up
And back it up like a Tonka truck
Dale!

[Jennifer Lopez]
If you go hard you gotta get on the floor
If you’re a party freak then step on the floor
If your an animal then tear up the floor
Break a sweat on the floor
Yeah we work on the floor

Don’t stop keep it moving
Put your drinks up!

Pick your body up and drop it on the floor
Let the rhythm change your world on the floor
You know we’re running shit tonight on the floor
Brazil, Morocco,
London to Ibiza,
Straight to LA, New York,
Vegas to Africa

[Chorus]
Dance the night away
Live your life and stay young on the floor
Dance the night away
Grab somebody, drink a little more
Lalalalalalalalalalalalalala
Tonight we gon’ be it on the floor
Lalalalalalalalalalalalalala
Tonight we gon’ be it on the floor

[Verse 2]
I know you got it
Clap your hands on the floor
And keep on rockin’
Rock it up on the floor
If you’re a criminal, kill it on the floor
Steal it quick on the floor, on the floor

Don’t stop keep it moving
Put your drinks up!

Its getting ill
It’s getting sick on the floor
We never quit, we never rest on the floor
If I ain’t rolling, probably die on the floor
Brazil, Morocco,
London to Ibiza,
Straight to LA, New York,
Vegas to Africa

[Chorus]
Dance the night away,
Live your life and stay young on the floor
Dance the night way,
Grab somebody drink a little more
Lalalalalalalalalalalalalala
Tonight we gon’ be it on the floor
Lalalalalalalalalalalalalala
Tonight we gon’ be it on the floor

[Pitbull]
That badonka donk is like a trunk full of bass on an old school Chevy
Seven tray donkey donk
All I need is some vodka and some chunka coke
And watch her, she gon’ get donkey konged
Baby if you’re ready for things to get heavy
I get on the floor and act a fool if you let me
Dale
Don’t believe me just bet me
My name ain’t Keath but I see why you Sweat me
L.A. Miami New York
Say no more get on the floor
Lalalalalalalalalalalalalala
Tonight we gon’ be it on the floor
Lalalalalalalalalalalalalala
Tonight we gon’ be it on the floor
Lalalalalalalalalalalalalala
Tonight we gon’ be it on the floor

Dua:Empat puluh p.m.
berarti satu-nya = dua puluh
hahahaha jayus -_-

Senin, 16 Mei 2011

THE MONCES

Huuuy!

Sebenernya ini cerpen buat tugas bahasa indonesia. Awalnya ga berniat bikin cerita ini. Tapi setelah temen gue, Nene bilang sebaiknya gue bikin cerpen tentang kehidupan di BTA -_- ya jadi gue terpikir untuk merekayasa kenyataan yang ada. Judul cerpennya "The Monces"

Enjoy!


Ambigu. Lima pemuda itu berjalan menyusuri jalanan ibukota dengan membawa alat musik masing-masing dibawah terik matahari. Kulit mereka mulai menghitam terbakar cahaya matahari. Tak terkecuali Aldy, sang drummer, yang sangat memperhatikan kesehatan kulitnya. Dia mempunyai kulit yang paling putih diantara empat temannya yang lain. Tahu mengapa? Aldy mempunyai dokter kulit pribadi dan setiap ia beraktivitas di luar ruangan ia selalu mengolesi kulitnya terutama pada wajah dengan krim tirai sinar matahari sehingga kesehatan kulitnya pun tetap terjaga. Namun kini sepertinya tidak. Keringat mulai mengucuri kening dan tubuhnya, Aldy mulai meringis dan menjerit sambil mengelap kacamatanya dengan tisu basah.

“Duuuuh gue lupa pakai sunblock tadi nih, gimana dong coy? Makin panas ini…”

Keempat lainnya menoleh kearahnya kemudian berbalik lagi, tak peduli apa yang terjadi pada satu temannya itu.

Mereka memberi nama band mereka “Ambigu” yang artinya pun juga tidak mereka ketahui. Mereka tidak sanggup memikirkan makna dari sebuah nama maka mereka menamainya Ambigu. Aneh memang, tapi ya sudahlah. Grup ini beranggotakan lima pemuda tampan dan bertubuh atletis (maaf, berbohong sedikit) yang beraliran musik entah apa namanya. Mereka adalah Qosse sebagai vokalis, Idho seorang gitaris, Firzi juga gitaris, Hary pada bass, dan si kulit putih merona yang seorang drummer atau sebut saja Aldy. Satu hal yang membuat mereka makin terlihat cute, mereka semua memasangkan kawat pada gigi mereka. (-_-?)

Biasanya mereka manggung saat malam hari di kafe-kafe di wilayah Jakarta Selatan. Tapi hari ini entah kenapa sang gitaris, Idho mengajak untuk bernyanyi di tempat umum, di ruang terbuka hijau, yaitu sebuah taman. Sebut saja Taman Ria Senayan. Tentu Idho punya alasan mengapa ia mengusulkan untuk nge-band disana hari ini, tapi hanya ia dan Tuhan yang tahu apa alasannya. Idho tidak ingin mengatakannya.
***
Taman itu sudah dipenuhi orang-orang yang ingin bersantai di Sabtu sore, ada yang sedang berolahraga, ada yang bercengkerama, ada yang bermain lompat tali, ada yang sedang membaca buku fiksi yang sangat tebal sekali setebal kacamata yang dipakai Aldy, ada juga yang menyendiri tanpa melakukan apa-apa yang mungkin sedang merasa galau dalam menentukan jurusan apa yang akan ia pilih nanti setelah ia lulus SMA.

Jarum pendek di arloji milik Aldy mengarah ke angka empat. Mereka berlima siap di posisi masing-masing. Aldy mencengkeram kuat stick drum miliknya, siap menunjukkan aksinya memukul drum yang spektakuler yang akan membuat para wanita yang melintas terkagum-kagum. Namun sang vokalis belum siap di posisinya. Ia masih sibuk menghafal lirik.

I know that we are young, and I know that she may loves me… But I just can’t be with you like this anymore, Alejandro…. Aduuuh susah banget sih! Dho kenapa lo milih lagu ginian sih? Apa-apaan lo dho nyuruh gue teriak-teriak Alejandro… Alejandro?”

“Bawel! Tinggal nyanyi aja ribet lo kak. Kalau ga bisa ya sudah saya aja yang nyanyi kalau begitu. Mau, tukar posisi?”

“Mana bisa lu nyanyi? Kasihan nanti pengunjung disini.”

“Nah itu ngerti. Ya sudah, ok siap yak”

Jreng jreng duk tak dung treng gejebak gejebuk …..

Sudah hampir empat jam mereka beraksi di taman itu. Pengunjung makin ramai, hari makin gelap, tapi belum larut. Namun para pengunjung merasa terhibur dengan pertunjukan “Ambigu”. Senyum mereka berlima membahana. Orang-orang yang lewat pu tak ragu-ragu mengeluarkan kamera dan merekam moment itu.

Tanpa mereka sadari, aksi mereka daritadi telah menyita perhatian seorang fotografer muda, seorang perempuan pelajar SMA. Gadis tersebut tidak sendiri, tetapi ditemani oleh kakaknya yang juga seorang fotografer profesional. Ayah mereka adalah seorang produser rekaman. Selesai mereka bermain dan bersiap untuk pulang, kedua fotografer tersebut menghampiri mereka berlima.

“Hai, permainan kalian bagus sekali tadi. Kita menontonnya loh dari awal sampai selesai.” Gadis tersebut menghampiri sang gitaris, Idho dan mengungkapkan kekagumannya terhadap band itu.
“Oh hai! Oh… Eh… Ya… Terimakasih.” Jawab Idho sambil tersenyum malu.

“Kenalkan, nama saya Septha. Dan ini kakak saya, Ridho.”

Mereka semua berjabat tangan sambil tersenyum.

Lalu Ridho mengeluarkan kartu nama dari dompet kulitnya yang mahal dan memberikannya kepada Idho.

Idho menerimanya dengan bingung. “Apa ini?”

“Emm, kalau ada waktu datang ya ke alamat yang tertera disitu. Kapan saja kalian datang pasti kita sambut kok. Ok? Kami duluan ya..”

Mereka berlima menatap kartu nama itu sekilas kemudian menatap kepergian dua orang kakak-beradik tadi. Dan tiba-tiba hilang bersama angin di kegelapan malam. Mereka berlima masih terpaku di tempat itu sampai di suatu siang hari Selasa.
***
            Qosse, Idho, Firzi, Hary, dan Aldy masih terdiam. Mereka sampai di sebuah gedung bercat warna krem bertingkat tiga dengan tulisan besar berwarna merah di dindingnya. Saat itu pukul 11.00 WIB, sudah cukup siang memang. Kali ini Aldy tidak lupa memakai krim tirai sinar mataharinya. Idho sedang memastikan kebenaran alamat yang mereka datangi. Yah benar.
BTA Management
Jalan Tebet Selatan No. 50
Jakarta Barat
Setelah memastikan bahwa alamat yang mereka tuju adalah benar, Idho seraya menoleh ke teman-temannya dan mengangguk.

Dengan langkah pasti mereka berlima memasuki gedung tersebut.

Firzi melihat seorang gadis berkacamata berbaju kuning melintas di dalam gedung yang waktu itu memberikan kartu nama kepada mereka.

“Hai, emm… Septha!”

Septha menoleh ke arah datangnya suara yang memanggilnya. Tetapi gadis itu bingung karena ia tidak mengenal satupun dari lima orang yang sedang tersenyum penuh harap ke arahnya. Setelah 10 detik mereka berenam terdiam, barulah ia ingat.

“Ah kalian! Datang juga rupanya. Ayo sini saya antar ke ruang kerja ayah saya.”

Mereka berlima berjalan mengikuti Septha. Sesampainya di ruangan, Septha mengenalkan mereka semua kepada ayahnya.

“Hmm menurut cerita anak-anak saya, kalian mengesankan. Kalian juga punya kharisma. Saya telah melihat kalian bernyanyi dan bermain alat music dari rekaman yang dibawa anak saya. Kalian tergabung dalam sebuah band, yang apa itu namanya?”

“AMBIGU!” Jawab mereka serentak.

“Apa itu ‘AMBIGU!’ hemm ?”

“Ehm kita sendiri juga tidak tahu Pak apa artinya. Kita tidak sanggup memikirkan apa arti dari nama band kita, makanya kita beri nama Ambigu saja. Begitu Pak.”

“Bahahahahaha…… Ok, ok. Mulai sekarang nama band kalian ‘The Monces’ ya hahahaha”

“Hah? Apa artinya The Mon…ces?” Tanya mereka kompak.

“Kalian kompak sekali ya. The Monces artinya Pramono Cs.”

“Loh? Kenapa harus Pramono, Pak? Nama saya Aldy, Pak. Ini Firzi, sebelahnya namanya Hary, dia Idho, yang diujung Qosse. Nama kita tidak ada Pramono, Pak. Kenapa jadinya malah Pramono?”

“Pramono itu nama saya!!”
***
Sejak itu band Ambigu yang selalu dinanti para pengunjung taman ria tidak muncul lagi. Masyarakat sempat kecewa. Namun kekecewaan mereka terbalas dengan adanya grup band baru bernama ‘The Monces’ yang berdiri dibawah perusahaan rekaman berlabel BTA. Lagu-lagu yang mereka bawakan pun telah menghibur banyak lapisan masyarakat Indonesia. Dan seketika nama The Monces pun melejit dan dikenal di berbagai kalangan masyarakat, tak terkecuali kalangan anggota DPR. Album pertama mereka yang berjudul ‘The Fame Monster’ telah terjual 1 Milyar kopi di Indonesia. Kini mereka sukses.

ada part 2 nyaaaaa hahahaha

salam #ambigu

Minggu, 15 Mei 2011

Rabu, 4 Mei 2011

Sesuai dengan apa yang gue tulis sebagai judul diatas, berarti kita akan balik ke masa lalu hari rabu tepatnya malam hari. Sebenernya sih udah masuk ke hari kamis kali ya. Karena gue mengalami ini di saat gue tidur. Oke. Kamis, 5 Mei 2011. Kira-kira ya jam orang-orang terlelap tidur dengan mimpi masing-masing lah. Dan gue bermimpi.

Jreeng jreeeeng teret teret teeeeet!

Udah gue ga mau ngejayus, ntar ada yang ga suka.
Okeh.


Jadi gue mimpi seorang cowok, emm... Ya... Ganteng sih, tapi gantengnya pasaran. Ya pokoknya intinya ganteng lah. Mukanya jutek, enggan banget senyum kayanya. Nah mimpi cowok kayak gitu mungkn biasa ya, orang2 juga sering sepertinya. Nah masalahnya, gue ga kenal sama cowok ini. Jangankan kenal, ngeliat aja ga pernah -__-  Gue bener2 ga mengenali cowok ini deh. Nah oke, pada akhirnya gue lupakan mimpi gue itu. Nah itu kan hari kamis. Hari kamis ini pula gue les di bta (bimbingan tes alumni) di daerah tebet dan kebetulan gue cuma to jadi jam 8 aja udah selesai. Nah jam 9 gue masih di bta tuh nunggu temen gue karena kita berencana mau jalan
Hujan.
Deras.
Lama.
Alhasil, gue terjebak di bta no.45 bersama Anindya, temen gue itu dan seorang binglas cowok yang gue ga tau namanya tapi 'boleh juga' tampangnya yang sumpah kelakuannya kocak! Bodohnya, gue ga ngajak dia ngobrol. Kasian kan dia sendirian jadi binglas, sendirian di front desk, ditambah lagi dengan tidak adanya fasilitas hiburan seperti televisi, radio, microphone, kolam renang, tempat spa ataupun fitness. Makin terpuruklah dia yang kurus kerontang sendirian jaga dengan dihadapkan oleh AC di hadapannya ditambah diluar sedang hujan deras. Duh gue ga tau deh apa yang dia rasain saat itu. Ditambah (lagi) (lagi) di hadapannya depannya dua orang murid bta ngobrol cekakak-cekikik (baca: gue dan anin) tapi dia ga diajakin.
Oke cukup.
Kenapa jadi ngebahas binglas sih.
Nah gue terjebak di bta sampe jam 1, bayangin tuh! Beuuh! Sampe tumbuh fungi di muka gue, enggak ah lebay. Tuh kan ah jayus. Ga boleh ah.
Nah sekitar jam 12-an sebelumnya, tanpa sengaja gue melihat seorang cowok yang yaaah ganteng lah ya, yang ga asing buat gue. Hmmm... Gue mikir deh tuh.
Nah!
Setelah diingat-ingat keras, ternyata cowok itu adalaaaaah~
Jeeeeng jeeeeeeeeeeng!
Tetot!
yang semalem mampir ke mimpi gue, cih! Anak bta ternyata dia. Lah terus kok kenapa kebetulan gini sih? Yang bikin gue heran, kenapa sebelum ketemu, di-mimpi-in dulu, baru abis itu dipertemukan. Halah bahasa gue. Nah makin penasaran lah gue. Yaa terus gue bisa apa? Cuma bisa mandangin dia doang kan.Ga mandangin. Lebih tepatnya kita berpandangan. Sumpah ga boong deh.

Ya... Trus mau gimana dong sekarang? Tunggu takdir deh hahaha
Oke.
Bye
satu setengah jam-an lagi gue mau liat pengumuman kelulusan.
Tuhaaaaaan saya pasti lulus (lah)
Amin amin
Trus pengennya gue mau lanjut ke UI nih coy
Haahaha
Oke lah. Bye

Sabtu, 14 Mei 2011

Salam blog

Halo nama gue Septa Dian Pertiwi. Tapi gue lebih suka nulis gini "Septadian Pertiwi" jadi septa sama dian-nya digabung hehe oke abaikan. Ini blog pertama gue. Setelah sudah sekian kali gue berusaha bikin tapi gagal terus. Dan tergugah oleh teman-teman gue yang punya blog. "Kayanya asik juga ya... Hmmm...", itu sih yang ada di benak gue. Oke gue cuma bingung kalo di blog tuh cerita apa ya? Karena kalo gue curhat disini ya istilahnya bukan curhat dong, tapi pengumuman. Karena orang siapa aja bisa baca blog gue ini kan. Karena 'cerita' itu ga bisa seluruhnya orang boleh tau, pasti kita punya privacy kan. Apapun itu. Ya sudahlah saya akan mencoba menulis disini.

Semoga berkenan :)